BRI Cabang Pangkalpinang menyalurkan program Corporate Social
Responsibility (CSR) di bidang pendidikan, agama dan pemerintahan.
Menggiatkan program BRI nasional berupa perbaikan sarana ibadah yang
serentak dilaksanakan di selurun Indonesia, BRI Cabang Pangkalpinang pun
ikut serta melalui perbaikan Seribu Sarana Ibadah. Bantuan perbaikan
sarana ibadah disalurkan ke salah satu masjid di Muntok, Bangka Barat.
"Pemberian
bantuan dana ke masjid tersebut tidak melalui seleksi, namun kebetulan
masjid tersebut mengajukan proposal ke BRI Cabang Pangkalpinang dan
momennya bertepatan dengan program CSR BRI," ujar Pimpinan BRI Cabang
Pangkalpinang, Huru Priyono AW kepada bangkapos.com, Rabu (17/10/2012).
Untuk
menjalin kerjasama dengan instansi pemerintahan, BRI Cabang
Pangkalpinang juga menyerahkan bantuan dana kepada Pemerintah Kabupaten
Bangka Selatan. Bantuan yang diberikan berupa bantuan dana sarana umum
sistem informasi LCD TV sebagai promosi keberhasilan pembangunan di
Bangka Selatan.
"Khusus pemberian bantuan ini atas prakarsa
sendiri BRI Cabang Pangkalpinang. Nantinya, dalam tampilan program
disajikan mengenai keberhasilan yang dilakukan Pemkab Bangka Selatan.
Tidak lupa dicantumkan branding BRI sebagai bentuk jalinan hubungan
antara Pemkab Bangka Selatan dengan BRI," jelasnya.
Menurutnya
program CSR ini akan berkesimambungan dalam bentuk-bentuk lainnya, salah
satunya perapian lingkungan masjid di instansi pemerintahan.
"Untuk
kegiatan ini masih dalam proses, mudah-mudahan akhir tahun ini bisa
terlaksana," tuturnya. Tak hanya itu, bentuk kepedulian lain yang
diberikan BRI berupa program peduli pendidikan di antaranya, perbaikan
sarana prasarana sekolah, bantuan beasiswa dan pembangunan lapangan
olahraga basket di SMAN 1 Pangkalpinang.
"Penyerahan pembangunan
sarana lapangan olahraga basket di SMAN 1 Pangkalpinang akan dilakukan
secara simbolis pada saat Pesta Rakyat Simpedes (PRS) BRI di Alun-alun
Taman Merdeka Pangkalpinang tanggal 20-21 Oktober 2012," ucapnya.
(http://bangka.tribunnews.com)
Kamis, 18 Oktober 2012
Forber : Bank BRI Perusahaan Paling Untung Didunia
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dinobatkan sebagai perusahaan nasional yang paling profitable oleh Forbes Internasional. Dari 10 perusahaan Indonesia yang masuk ke dalam 2.000 perusahaan paling untung di dunia, Bank BRI di posisi teratas. Selain itu, terdapat lima perusahaan keuangan lainnya.
Dari 10 perusahaan itu (keuangan dan non keuangan), enam perusahaan adalah milik pemerintah, termasuk Bank BRI. Menurut Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basir, kunci utama keberhasilan Bank BRI adalah pihaknya fokus pada pangsa pasar utama (segment) yakni pemberdayaan ekonomi rakyat yakni usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Kuncinya kita fokus dari sisi pasar,” ujar Sofyan.
Bank BRI juga fokus pada perluasan dan penguatan jaringan dan akses pelayanan kepada nasabah. “Kalau Anda lihat sekarang nasabah kami itu dimanjakan, sebab BRI berada dimana-mana. Jadi,kita memberikan melebihi dari harapan nasabah kami.
Saya kira kalau kinerja kami semacam ini, ini juga merupakan reward yang diberikan nasabah bagi BRI,” pungkas Sofyan. Dikatakan Sofyan, menguatnya pasar UMKM ini tidak lepas dari membaiknya perekonomian rakyat sejalan dengan upaya pemerintah dan berbagai pihak mendorong pertumbuhan ekonomi. “Jadi, ekonomi kita memang tumbuh dengan baik sehingga pasar UMKM juga menguat dan kami memang sudah kuat di sana,” papar Sofyan.
Peran Pegawai BRI Sofyan juga berterima kasih kepada segenap pegawai Bank BRI yang telah melayani rakyat Indonesia sebaik-baiknya sehingga nasabah mempercayakan likuiditasnya dikelola oleh BRI. “Ada sebuah transformasi besar-besaran akan budaya kerja dan pelayanan sumber daya manusia (SDM) yang baik di BRI. Sebagai Badan Usaha Milik Negara ini adalah sebuah tantangan bahwa kami tidak boleh kalah dari swasta dalam hal SDM,” pungkas Sofyan.
Dalam hal profitabilitas, selain unggul atas BUMN lainnya, Bank BRI mengalahkan bank-bank Singapura yang beroperasi di Indonesia dengan keuntungan sebesar US$ 1,7 miliar meski dari sisi aset di posisi ke-2 di industri perbankan. Profit tersebut juga sudah setara dengan laba bank-bank besar kelas dunia yang rata-rata hampir US$ 2 miliar.
Bukan kali ini Bank BRI memperoleh penghargaan serupa. Pada 2009 lalu, Bank BRI juga mendapat penghargaan sebagai salah satu dari 50 Perusahaan Terhebat Asia juga dari Forbes (Asian Fabulous 50).
Bank BRI merupakan satu-satunya perusahaan yang mewakili Indonesia bahkan mengalahkan sejumlah perusahaan kakap Asia lainnya. Saat ini Bank BRI tercatat sebagai bank yang membukukan laba terbesar sejak 2005.
Dari sisi jaringan Bank BRI merupakan pemilik jaringan tersebar, terbesar dan terluas di Indonesia. Kuat di sektor UMKM, Bank BRI telah ditunjuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa menjadi laboratorium studi keuangan mikro dunia dan penyalur kredit usaha rakyat (KUR) terbesar.
Meski demikian peranan Bank BRI dalam pembangunan infrastruktur dan perekonomian nasional tidak dapat diabaikan begitu saja. Itu terlihat dari meningkatnya ekspansi Bank BRI untuk pembiayaan pembangunan dan infrastruktur yang dijamin pemerintah.
Sumber : DetikNews
Dari 10 perusahaan itu (keuangan dan non keuangan), enam perusahaan adalah milik pemerintah, termasuk Bank BRI. Menurut Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basir, kunci utama keberhasilan Bank BRI adalah pihaknya fokus pada pangsa pasar utama (segment) yakni pemberdayaan ekonomi rakyat yakni usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Kuncinya kita fokus dari sisi pasar,” ujar Sofyan.
Bank BRI juga fokus pada perluasan dan penguatan jaringan dan akses pelayanan kepada nasabah. “Kalau Anda lihat sekarang nasabah kami itu dimanjakan, sebab BRI berada dimana-mana. Jadi,kita memberikan melebihi dari harapan nasabah kami.
Saya kira kalau kinerja kami semacam ini, ini juga merupakan reward yang diberikan nasabah bagi BRI,” pungkas Sofyan. Dikatakan Sofyan, menguatnya pasar UMKM ini tidak lepas dari membaiknya perekonomian rakyat sejalan dengan upaya pemerintah dan berbagai pihak mendorong pertumbuhan ekonomi. “Jadi, ekonomi kita memang tumbuh dengan baik sehingga pasar UMKM juga menguat dan kami memang sudah kuat di sana,” papar Sofyan.
Peran Pegawai BRI Sofyan juga berterima kasih kepada segenap pegawai Bank BRI yang telah melayani rakyat Indonesia sebaik-baiknya sehingga nasabah mempercayakan likuiditasnya dikelola oleh BRI. “Ada sebuah transformasi besar-besaran akan budaya kerja dan pelayanan sumber daya manusia (SDM) yang baik di BRI. Sebagai Badan Usaha Milik Negara ini adalah sebuah tantangan bahwa kami tidak boleh kalah dari swasta dalam hal SDM,” pungkas Sofyan.
Dalam hal profitabilitas, selain unggul atas BUMN lainnya, Bank BRI mengalahkan bank-bank Singapura yang beroperasi di Indonesia dengan keuntungan sebesar US$ 1,7 miliar meski dari sisi aset di posisi ke-2 di industri perbankan. Profit tersebut juga sudah setara dengan laba bank-bank besar kelas dunia yang rata-rata hampir US$ 2 miliar.
Bukan kali ini Bank BRI memperoleh penghargaan serupa. Pada 2009 lalu, Bank BRI juga mendapat penghargaan sebagai salah satu dari 50 Perusahaan Terhebat Asia juga dari Forbes (Asian Fabulous 50).
Bank BRI merupakan satu-satunya perusahaan yang mewakili Indonesia bahkan mengalahkan sejumlah perusahaan kakap Asia lainnya. Saat ini Bank BRI tercatat sebagai bank yang membukukan laba terbesar sejak 2005.
Dari sisi jaringan Bank BRI merupakan pemilik jaringan tersebar, terbesar dan terluas di Indonesia. Kuat di sektor UMKM, Bank BRI telah ditunjuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa menjadi laboratorium studi keuangan mikro dunia dan penyalur kredit usaha rakyat (KUR) terbesar.
Meski demikian peranan Bank BRI dalam pembangunan infrastruktur dan perekonomian nasional tidak dapat diabaikan begitu saja. Itu terlihat dari meningkatnya ekspansi Bank BRI untuk pembiayaan pembangunan dan infrastruktur yang dijamin pemerintah.
Sumber : DetikNews
BRI Terus Perluas Kantor Layanan
Pimpinan BRI Cabang Jambi, Janus Siagian, menyatakan pihaknya akan terus memperluas kantor unit layanan BRI di tiap daerah. Saat ini sedikitnya sudah ada 12 kantor unit BRI, 6 Teras BRI, dan 2 Cabang Pembantu.
Pada acara Pesta Rakyat Simpedes BRI yang digelar di GOR Kotabaru ia menuturkan, pihaknya akan terus memperluas unit layanan BRI hingga kepelosok. Saat ini Kanca BRI yang beralamat di Dr Soetomo - Jambi terus memberikan pelayanan yang lebih cepat dan lebih baik.
Selain sudah diperkuat dengan hadirnya Kanca, kantor cabang pembantu (KCP), kantor kas, kantor BRI unit, teras BRI, pihaknya juga masih memiliki 1 unit e-BUZZ yang merupakan mobile outlet BRI. "Kita juga sudah dimemiliki ratusan mesin ATM yang siap melayani kebutuhan transaksi para nasabahnya," ujarnya.
Agar lebih mendekatkan pelayanannya kepada para nasabahnya, Janus mengatakan, BRI kini terus memperluas layanannya hingga merobos ke pelosok daerah. Ini dimaksudkan untuk mendekatkan dan memudahkan pelayanan nasabah yang ada di tiap pelosok daerah.
"Nasabah cukup bertransaksi di lokasi terdekat, di samping itu bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih sering menggunakan fasilitas serta layanan yang disediakan BRI," ujarnya.
Yang lebih penting lagi, tambah Janus, Bank BRI ingin terus berupaya mendorong laju pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di kabupaten dan kota Jambi. Ini dilakukan sesuai dengan komitmen Bank BRI, yang selalu mendekatkan diri ke masyarakat.
Janus juga ingin menyampaikan bahwa mengingat jumlah nasabah BRI yang makin meningkat dan dalam rangka meningkatkan pelayanan baik di BRI melalui Pesta Rakyat Simpedes ini diharapkan akan memunculkan rasa ingin menabung dari masyarakat," timpal Janus.
(metrojambi.com)
Transformasi Dasyat BRI: Dari Bank Desa Menjadi Bank Berlaba Besar Kelas Dunia
Kebanggaan sangat terlihat dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Bagaimana tidak, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengukuhkan sebagai Perusahaan dengan untung paling besar di Indonesia, hebat kan.Bahkan Dahlan menyampaikan keuntungan BRI sudah mengalahkan bank bank Singapura.
Dari Forbes yang merilis 10 perusahaan asal Indonesia yang masuk ke dalam 2.000 perusahaan paling untung di dunia. Dari 10 perusahaan, enam perusahaan di antaranya adalah perusahaan pelat merah atau BUMN dan 4 diantaranya adalah perusahaan perbankan. Salah satunya adalah BRI dengan omzet US$ 5,9 miliar, dengan keuntungan US$ 1,7 miliar, dan aset US$ 51,5 miliar
Masih segar di ingatan kita beberapa tahun lalu setiap kita mendengan BRI pasti pikiran kita akan tertuju pada bank ‘ndeso’, bank yang hanya ramai pada awal bulan saat pensiun. Tapi tidak sekarang, bank tersebut sudah bertransformasi menjadi raksasa keuangan yang sangat terlihat semok dan menarik.
Perjalanan panjang BRI yang pada awalnya didirikan di Purwokerto, oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden. atau “Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto”, suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.
bank bri Transformasi Dasyat BRI: Dari bank desa menjadi bank dengan Laba Besar Kelas DuniaKekuatan BRI utamanya pada jaringan yang sudah ada bahkan hampir di setiap kecamatan di Indonesia. Aset sangat berharga di mana bank lainnya tidak memiliki. Dengan jaringan yang luas tersebut BRI menjadi jujukan utama masyarakat untuk mengelola penyimpanan keuangan mereka.
Hanya memang citra bank pedesaan membuat bank ini terlihat stagnan. Pada kurun 90 mulai dirubah menjadi bank yang profesional dengan custumer tidak hanya masyarakat desa saja tapi dari berbagai kalangan bisnis dan strata sosial. Masih ingat pada saat itu unutk merubah pencitraan bank ini, program Untung Beliung Britama menjadi taruhan yang sukses. Program tersebut mampu menjadi titik tolak kesuksesan demi kesuksesan bank satu ini. Bank para Priyayi itupun sekarang telah menjadi bank para profesional. M Nugroho Susanto dari berbagai sumber.
(berita-it.com)
Ngebut, Pegawai BRI Tabrak Warga hingga Tewas
Saat perjalanan pulang dari kantor, Afroni Susanto (54), warga Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur, menabrak Tini Apriani (35), di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, Selasa (25/9/2012) sore. Akibatnya, Tini yang sedang mengantar anaknya berangkat mengaji terempas beberapa meter dari bahu jalan hingga tewas.
Menurut Abdullah (55), warga setempat yang mengetahui kejadian, mobil Toyota Avanza nomor polisi W 1577 PR yang dikemudikan Afroni Suyanto melaju kencang dari arah barat. Sementara korban sedang mengendarai sepeda ontel berjalan berjejer ke belakang bersama anaknya saat berangkat mengaji.
"Korban ditabrak dari belakang dan terempas. Sementara anaknya selamat karena tidak terkena tabrakan. Kepala korban terluka dan berdarah. Kami coba selamatkan dengan dibawa ke puskesmas setempat, tetapi nyawanya tidak terselamatkan," kata Abdullah.
Ditambahkan Abdullah, sopir mobil yang juga pegawai BRI di Kabupaten Sampang, tidak mengalami luka apa pun. Ia kemudian diamankan di Mapolres Sampang.
Kasat Lantas Polres Sampang Ajun Komisaris Hary Siswo saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya masih memproses pemeriksaan terhadap sopir Avanza itu.
"Sopir sudah kita amankan dan sedang kita periksa," jelasnya.
Barang bukti yang berhasil diamankan polisi di lokasi kejadian di antaranya mobil Avanza milik Afroni Suyanto yang penyok di sisi kiri depan, STNK, dan SIM A. Sepeda ontel milik korban yang sudah penyok turut diamankan di mapolres.
(regional.kompas.com)
Bank BRI Peduli Kesehatan Warga Batam
LEMBAGA perbankan terkemuka Indonesia, Bank Rakyat
Indonesia (BRI) Cabang Batam menggelar pemeriksanaan dan pengobatan
gratis, di Kantor Cabang Pembantu Bank BRI, Batam Centre, Senin
(5/3/2012) mulai pukul 08.30 WIB.
Kegiatan sosial kemasyarakatan di bidang kesehatan yang digelar Bank BRI tersebut dihadiri sekitar 200 pensiunan Tentara Nasional Indonesia (TNI), pensiunan Polisi, pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan masyarakat umum dari berbagai tempat di kota Batam. Pemeriksaan dan pengobatan gratis ini ditangani Dr Dewi, dan dua perawat.
Pimpinan Cabang Bank BRI Batam Gafyunedi atau akrab dipanggil Yon menyebutkan, kegiatan sosial kemasyarakatan ini digelar setiap tahun oleh Bank BRI.
‘’Bentuk kegiatan sosial kita bermacam-macam. Khusus Maret ini, kita menggelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Pensiunan di Batam,’’ papar Yon didampingi humas Bank BRI Cabang Batam Syafrizal di sela-sela pengobatan.
Yon yang mulai memimpin Cabang Bank BRI Batam sejak 1 Januri 2012 itu menambahkan, meskipun dalam spanduk acara ini disebut pengobatan untuk pensiunan TNI, Polri dan PNS, namun dalam pelaksanannya Bank BRI membuka kesempatan pengobatan tersebut untuk masyarakat umum lainnya.
Malah, ketika ada nasabah Bank BRI selesai mengadakan transaksi perbankan, dengan ramah langsung diajak untuk memeriksakan kesehatan dan mendapat obat gratis. Usai mendapat obat, orang-orang tua tadi disuguhkan bubur kajang hijau, telur, dan minuman.
Yon menyebutkan, untuk menyukseskan event kesehatan ini, tim Bank BRI telah mamasang spanduk, dan menyebarkan informasi ke beberapa tempat sejak Kamis (1/3/2012). Tidak cukup memberikan informasi, seluruh personel Bank BRI melakukan ‘’jemput bola’’ dengan mendatangi rumah pensiunan TNI Polri dan masyarakat Batam. Dengan menggunakan mobil, pensiunan TNI Polri dan masyarakat Batam tadi langsung dibawa ke kantor cabang Bank BRI Batam Centre.
‘’Melihat banyaknya orang-orang tua kita (pensiunan TNI, Polri, red) dan masyarakat umum yang datang, menunjukkan bahwa pelayanan, kecepatan, dan keramahan yang Bank BRI berikan selama ini telah diterima dan mendapat tempat di hati masyarakat Batam,’’ tegas Yon.
Ke depan lanjut Yon, keluarga besar Bank BRI Batam yang memiliki motto Melayani dengan Setulus Hati itu akan meningkatkan kualitas dan kuantitas program sosial untuk masyarakat Batam.
‘’Lewat kegiatan kesehatan ini, rasa cinta dan kedekatan perasaan masyarakat Batam terhadap Bank BRI akan semakin tinggi. Pada tahapan selanjutnya, kita berharap para pensiunan dan masyarakat Batam serta keluarga besarnya bisa menjadi nasabah tetap di Bank BRI Batam,’’ sebut Yon.
Bicara tentang kondisi perbankan, Yon hanya menjawab singkat, bahwa tahun 2012, Bank BRI Batam mencapai 105 persen dalam upaya menarik nasabah baru.
(suprizaltanjung.wordpress.com - October 4, 2012)
Kegiatan sosial kemasyarakatan di bidang kesehatan yang digelar Bank BRI tersebut dihadiri sekitar 200 pensiunan Tentara Nasional Indonesia (TNI), pensiunan Polisi, pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan masyarakat umum dari berbagai tempat di kota Batam. Pemeriksaan dan pengobatan gratis ini ditangani Dr Dewi, dan dua perawat.
Pimpinan Cabang Bank BRI Batam Gafyunedi atau akrab dipanggil Yon menyebutkan, kegiatan sosial kemasyarakatan ini digelar setiap tahun oleh Bank BRI.
‘’Bentuk kegiatan sosial kita bermacam-macam. Khusus Maret ini, kita menggelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Pensiunan di Batam,’’ papar Yon didampingi humas Bank BRI Cabang Batam Syafrizal di sela-sela pengobatan.
Yon yang mulai memimpin Cabang Bank BRI Batam sejak 1 Januri 2012 itu menambahkan, meskipun dalam spanduk acara ini disebut pengobatan untuk pensiunan TNI, Polri dan PNS, namun dalam pelaksanannya Bank BRI membuka kesempatan pengobatan tersebut untuk masyarakat umum lainnya.
Malah, ketika ada nasabah Bank BRI selesai mengadakan transaksi perbankan, dengan ramah langsung diajak untuk memeriksakan kesehatan dan mendapat obat gratis. Usai mendapat obat, orang-orang tua tadi disuguhkan bubur kajang hijau, telur, dan minuman.
Yon menyebutkan, untuk menyukseskan event kesehatan ini, tim Bank BRI telah mamasang spanduk, dan menyebarkan informasi ke beberapa tempat sejak Kamis (1/3/2012). Tidak cukup memberikan informasi, seluruh personel Bank BRI melakukan ‘’jemput bola’’ dengan mendatangi rumah pensiunan TNI Polri dan masyarakat Batam. Dengan menggunakan mobil, pensiunan TNI Polri dan masyarakat Batam tadi langsung dibawa ke kantor cabang Bank BRI Batam Centre.
‘’Melihat banyaknya orang-orang tua kita (pensiunan TNI, Polri, red) dan masyarakat umum yang datang, menunjukkan bahwa pelayanan, kecepatan, dan keramahan yang Bank BRI berikan selama ini telah diterima dan mendapat tempat di hati masyarakat Batam,’’ tegas Yon.
Ke depan lanjut Yon, keluarga besar Bank BRI Batam yang memiliki motto Melayani dengan Setulus Hati itu akan meningkatkan kualitas dan kuantitas program sosial untuk masyarakat Batam.
‘’Lewat kegiatan kesehatan ini, rasa cinta dan kedekatan perasaan masyarakat Batam terhadap Bank BRI akan semakin tinggi. Pada tahapan selanjutnya, kita berharap para pensiunan dan masyarakat Batam serta keluarga besarnya bisa menjadi nasabah tetap di Bank BRI Batam,’’ sebut Yon.
Bicara tentang kondisi perbankan, Yon hanya menjawab singkat, bahwa tahun 2012, Bank BRI Batam mencapai 105 persen dalam upaya menarik nasabah baru.
(suprizaltanjung.wordpress.com - October 4, 2012)
BRI Serahkan THR Bagi 650 Petugas Kebersihan
Pemimpin Wilayah BRI Pekanbaru, I Made Suprateka (4 kanan) bersama
Walikota Pekanbaru Firdaus foto bersama petugas kebersihan usai menerima
THR dari BRI pada Jumat (10/8).budy
PEKANBARU-PT Bank Rakyat Indonesia Tbk kembali menunjukkan kepeduliannya dengan membantu 650 orang petugas kebersihan di lingkup Pemko Pekanbaru.
Penyerahan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi 'pasukan kuning' ini langsung diserahkan Pemimpin Wilayah BRI Pekanbaru, I Made Suprateka bersama Walikota Pekanbaru, Firdaus di halaman work shop DKP Pekanbaru, Jumat (10/8).
"Kepedulian BRI terhadap masyarakat 'pasukan kuning' ini adalah merupakan program berkah ramadan Indonesia melalui BRI peduli yang telah kita lakukan untuk ketigakalinya. Tahun ini kita menyerahkan THR dengan total Rp130 juta kepada 650 orang petugas kebersihan di bawah koordinasi DKP Kota Pekanbaru," kata I Made Suprateka.
Dikatakan, dalam bulan penuh berkah saat ini, BRI juga merasa bertanggungjawab secara sosial ata s mereka yang tergolong kurang mampu. Untuk itulah, Kanwil BRI Pekanbaru melalui yayasannya memberikan THR masing-masingnya Rp200 ribu.
"Tahun ini kita menyerahkan dana senilai Rp500 juta. Kita juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kinerja 'pasukan kuning' yang telah memberikan keindahan dan kebersihan Kota Pekanbaru," katanya.
Sebelumnya, lanjut I Made Suprateka, BRI juga telah menyerahkan bantuan bagi anak-anak jalanan, 150 anak yatim piatu di Jl Ronggowarsito, Pekanbaru, termasuk membagikan sembako.
Sementara itu, Walikota Pekanbaru, Firdaus mengatakan, turut bersyukur dan berterimakasih atas kepedulian BRI dan berharap semoga kedepannya BRI lebih sukses dan terus tumbuh dan berkembang sesuai harapan.
"Mudah-mudahan apa yang akan diperoleh rekan-rekan kita di sektor penyapuan, taman dan pembibitan serta pengangkutan sampah dapat meringankan bebean menjelang lebaran," katanya.
Demikian juga dengan Titi, salah seorang petugas kebersihan yang ikut menerima THR dari BRI. "Kami sangat bersyukur atas apa yang diberikan pihak BRI sehingga kami bisa membeli baju anak-anak untuk menyambut lebaran. Terimakasih BRI, kami sangat terbantu sekali dan kami berharap BRI tetap peduli atas petugas kebersihan seperti kami ini," harap warga Damai Langgeng yang sudah 5 tahun bekerja.
(haluanriaupress.com-Friday, 10 August 2012)
PEKANBARU-PT Bank Rakyat Indonesia Tbk kembali menunjukkan kepeduliannya dengan membantu 650 orang petugas kebersihan di lingkup Pemko Pekanbaru.
Penyerahan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi 'pasukan kuning' ini langsung diserahkan Pemimpin Wilayah BRI Pekanbaru, I Made Suprateka bersama Walikota Pekanbaru, Firdaus di halaman work shop DKP Pekanbaru, Jumat (10/8).
"Kepedulian BRI terhadap masyarakat 'pasukan kuning' ini adalah merupakan program berkah ramadan Indonesia melalui BRI peduli yang telah kita lakukan untuk ketigakalinya. Tahun ini kita menyerahkan THR dengan total Rp130 juta kepada 650 orang petugas kebersihan di bawah koordinasi DKP Kota Pekanbaru," kata I Made Suprateka.
Dikatakan, dalam bulan penuh berkah saat ini, BRI juga merasa bertanggungjawab secara sosial ata s mereka yang tergolong kurang mampu. Untuk itulah, Kanwil BRI Pekanbaru melalui yayasannya memberikan THR masing-masingnya Rp200 ribu.
"Tahun ini kita menyerahkan dana senilai Rp500 juta. Kita juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kinerja 'pasukan kuning' yang telah memberikan keindahan dan kebersihan Kota Pekanbaru," katanya.
Sebelumnya, lanjut I Made Suprateka, BRI juga telah menyerahkan bantuan bagi anak-anak jalanan, 150 anak yatim piatu di Jl Ronggowarsito, Pekanbaru, termasuk membagikan sembako.
Sementara itu, Walikota Pekanbaru, Firdaus mengatakan, turut bersyukur dan berterimakasih atas kepedulian BRI dan berharap semoga kedepannya BRI lebih sukses dan terus tumbuh dan berkembang sesuai harapan.
"Mudah-mudahan apa yang akan diperoleh rekan-rekan kita di sektor penyapuan, taman dan pembibitan serta pengangkutan sampah dapat meringankan bebean menjelang lebaran," katanya.
Demikian juga dengan Titi, salah seorang petugas kebersihan yang ikut menerima THR dari BRI. "Kami sangat bersyukur atas apa yang diberikan pihak BRI sehingga kami bisa membeli baju anak-anak untuk menyambut lebaran. Terimakasih BRI, kami sangat terbantu sekali dan kami berharap BRI tetap peduli atas petugas kebersihan seperti kami ini," harap warga Damai Langgeng yang sudah 5 tahun bekerja.
(haluanriaupress.com-Friday, 10 August 2012)
Syarat dan Cara Membuat Kartu ATM BRI
Bagaimana Cara Membuat Kartu ATM BRI.Untuk
pelanggan BRI sudah seharusnya kita mempunyai kartu atm mengingat jaman
yang sudah cukup canggih seperti sekarang ini.dengan ATM kita dapat
melakukan transaksi secara mudah dimesin ATM tanpa harus mengantri
dibank untuk dilayani teller
Cara Membuat Kartu ATM BRI sebenarnya cukup mudah.yang harus kamu
lakukan adalah pergi kecabang bank BRI terdekat dengan membawa buku
tabungan serta ktp asli sesuai dengan data akun bank. Setelah itu
hampirilah customer service/cs bank bri dan utarakan maksud kamu agar
bisa dibuatkan atm bank bri. Setelah itu barulah kita akan diberikan
opsi kartu atm yang akan kita pilih.
Dalam hal ini ada dua opsi yakni kartu atm ekspress yang bisa jadi saat
itu juga dan yang satu lagi adalah kartu atm yang pada bagian kartunya
tertulis nama kita,untuk membuat kartu atm yang bernama ini kita diminta
untuk menunggu kira-kira satu minggu terlebih dahulu karena kartunya
harus dibuat terlebih dahulu.
Setelah ATM BRI kamu aktifkan jangan lupa mengaktifkan Internet banking
BRI dan SMS banking BRI agar transaksi perbankan rekening BRI yang kamu
miliki lebih mudah dan meyenagkan dengan biaya murah.
Cara Aktifasi Internet Banking BRI Lewat ATM
Bagaimana Cara Aktifasi Internet Banking BRI.
Lewat ATM - Dengan koneksi internet Kita akan dimudahkan dalam berbagai
hal termasuk bertransaksi baik untuk keperluan belanja maupun membayar
tagihan kartu kredit melaui internet banking atau e-Banking. Untuk itu
sangat membatu bagi Kita jika melakukan aktifasi internet banking agar
dapat menikmati semua kemudahannya. Sebagai nasabah Bank BRI Saya akan
berbagi tips cara aktifasi internet banking BRI lewat ATM.
Bank BRI [Bank Rakyat Indonesia] yang merupakan Bank "berplat merah" telah menerapkan e-Banking bagi nasabahnya sehingga dapat bertransaksi dengan mudah dan cepat, berikut langkah-langkah aktifasi internet banking BRI:
Pertama, syarat utamanya adalah menjadi nasabar Bank BRI dan membuka rekening juga memiliki kartu ATM [BRI Card], bagi nasabah yang rekeningnya belum memiliki kartu ATM bisa mendapatkannya di kantor cabang Bank BRI dengan registrasi terlebih dahulu lalu aktifasi di mesin ATM.
Kedua, bagi nasabah yang sudah memiliki kartu ATM silahkan melakukan aktifasi internet banking melalui mesin ATM. Caranya:
Sampai disini proses aktifasi internet banking BRI sudah berhasil, Sekarang Kita bisa melihat saldo dan riwayat transaksi sebanyak 5 transaksi terakhir. Namun, kita belum bisa melakukan transaksi mengirim uang karena Kita membutuhkan mToken agar bisa melakukannya.
Bank BRI [Bank Rakyat Indonesia] yang merupakan Bank "berplat merah" telah menerapkan e-Banking bagi nasabahnya sehingga dapat bertransaksi dengan mudah dan cepat, berikut langkah-langkah aktifasi internet banking BRI:
Pertama, syarat utamanya adalah menjadi nasabar Bank BRI dan membuka rekening juga memiliki kartu ATM [BRI Card], bagi nasabah yang rekeningnya belum memiliki kartu ATM bisa mendapatkannya di kantor cabang Bank BRI dengan registrasi terlebih dahulu lalu aktifasi di mesin ATM.
Kedua, bagi nasabah yang sudah memiliki kartu ATM silahkan melakukan aktifasi internet banking melalui mesin ATM. Caranya:
- Masukkan kartu dan PIN Anda untuk masuk ke menu utama.
- Kemudian pilih "Transaksi Lain" selanjutnya pilih "Registrasi" lalu pilih menu "Internet Banking".
- Langkah selanjutnya adalah membuat ID, silahkan buat user ID yang Anda inginkan atau menggunakan user ID yang sudah disiapkan.
- Berikutnya membuat password, masukkan password yang akan digunakan lalu pilih "Benar", masukkan lagi password yang sama seperti tadi untuk konfirmasi lalu pilih "Benar".
- Regristrasi akan diproses tunggu beberapa saat, jika berhasil akan keluar struk atau print out yang berisi user ID dan status internet banking BRI telah aktif.
Sampai disini proses aktifasi internet banking BRI sudah berhasil, Sekarang Kita bisa melihat saldo dan riwayat transaksi sebanyak 5 transaksi terakhir. Namun, kita belum bisa melakukan transaksi mengirim uang karena Kita membutuhkan mToken agar bisa melakukannya.
Cara Aktifkan Internet Banking BRI
Sekarang sudah zamannya era internet...!!!!!
semua serba internet, mau beli , jual ,DLL bisa dilakukan lewat internet...!!!!
Inilah cara mengaktifkan BRI internet banking.
apa yang dimaksud internet banking BRI ?
adalah fasilitas layanan yang diberikan kepada nasabah untuk melaksanakan transaksi perbankan melalui jaringan internet, seperti :
1. Cek Saldo
2. Mutasi Rekening
3.Transfer Antar Rekening
4.Pembayaran Tagihan : Kartu Kredit, KTA, PLN, dan TELKOM
5.Pembelian Pulsa
6.Dan lain – lain
Bagaimana cara mengaktifkan INTERNET BANKING BRI ?
1.cara datang ke ATM BRI terdekat di kota anda
2. pilih menu Registrasi Internet Banking
3.kita akan diminta membuat password Internet Banking.dan tentukan Password kita, ( password Internet Banking Boleh berbeda dengan Password ATM BRI kita)
4.kemudian kita akan diberikan User ID yang tercetak di struk ATM yang digunakan untuk login.
Bagaimana cara loging di internet banking ?
1.kunjungin situs https://ib.bri.co.id
2.Masukkan [USER ID] dan [PASSWORD].
3. Masukkan [VALIDASI] yaitu 4 digit angka yang ada di layar.
4.Pilih bahasa yang akan digunakan pada pilihan [BAHASA]
5.Klik [LOGIN] untuk mengakses menu/fasilitas yang tersedia di BRI Internet Banking
6.Jika ini merupakan login pertama , kita diminta membaca Syarat & Ketentuan penggunaan Klik [SETUJU] bila kita setuju untuk tunduk ke Syarat & Ketentuan tersebut
7.Jika kita mendaftar melalui ATM, layar berikutnya adalah Layar Aktivasi dimana kita diharuskan mengganti password dan memasukkan alamat email kita.
8.Ketik password lama ke dalam kotak [MASUKKAN PASSWORD LAMA].
9.Ketik password baru ke dalam kotak [MASUKKAN PASSWORD BARU]Ketentuan Password baru adalah sebagai berikut :
Terdiri dari 8 – 12 digit , harus terdiri dari alpha numeric dan case sensitive (Contoh:aedtr85).
10.Tidak boleh sama dengan password sebelumnya .
11.Tidak boleh sama dengan USER ID.
12.Tidak boleh mengandung spasi di depan, tengah & belakang.
13.Ketik kembali password baru di kotak [KONFIRMASI PASSWORD BARU].
14.Klik [UBAH] untuk mengkonfirmasi password baru, atau [HAPUS] untuk menghapus semua data yang telah diketik sebelumnya..!!!
gampangkan ?
jadi sekarang kita tak perlu repot-repot untuk ke loket pembayaran listrik-air-telepon- DLL, gunakan internet banking tinggal klik .!!!!
Inilah cara mengaktifkan BRI internet banking.
apa yang dimaksud internet banking BRI ?
adalah fasilitas layanan yang diberikan kepada nasabah untuk melaksanakan transaksi perbankan melalui jaringan internet, seperti :
1. Cek Saldo
2. Mutasi Rekening
3.Transfer Antar Rekening
4.Pembayaran Tagihan : Kartu Kredit, KTA, PLN, dan TELKOM
5.Pembelian Pulsa
6.Dan lain – lain
Bagaimana cara mengaktifkan INTERNET BANKING BRI ?
1.cara datang ke ATM BRI terdekat di kota anda
2. pilih menu Registrasi Internet Banking
3.kita akan diminta membuat password Internet Banking.dan tentukan Password kita, ( password Internet Banking Boleh berbeda dengan Password ATM BRI kita)
4.kemudian kita akan diberikan User ID yang tercetak di struk ATM yang digunakan untuk login.
Bagaimana cara loging di internet banking ?
1.kunjungin situs https://ib.bri.co.id
2.Masukkan [USER ID] dan [PASSWORD].
3. Masukkan [VALIDASI] yaitu 4 digit angka yang ada di layar.
4.Pilih bahasa yang akan digunakan pada pilihan [BAHASA]
5.Klik [LOGIN] untuk mengakses menu/fasilitas yang tersedia di BRI Internet Banking
6.Jika ini merupakan login pertama , kita diminta membaca Syarat & Ketentuan penggunaan Klik [SETUJU] bila kita setuju untuk tunduk ke Syarat & Ketentuan tersebut
7.Jika kita mendaftar melalui ATM, layar berikutnya adalah Layar Aktivasi dimana kita diharuskan mengganti password dan memasukkan alamat email kita.
8.Ketik password lama ke dalam kotak [MASUKKAN PASSWORD LAMA].
9.Ketik password baru ke dalam kotak [MASUKKAN PASSWORD BARU]Ketentuan Password baru adalah sebagai berikut :
Terdiri dari 8 – 12 digit , harus terdiri dari alpha numeric dan case sensitive (Contoh:aedtr85).
10.Tidak boleh sama dengan password sebelumnya .
11.Tidak boleh sama dengan USER ID.
12.Tidak boleh mengandung spasi di depan, tengah & belakang.
13.Ketik kembali password baru di kotak [KONFIRMASI PASSWORD BARU].
14.Klik [UBAH] untuk mengkonfirmasi password baru, atau [HAPUS] untuk menghapus semua data yang telah diketik sebelumnya..!!!
gampangkan ?
jadi sekarang kita tak perlu repot-repot untuk ke loket pembayaran listrik-air-telepon- DLL, gunakan internet banking tinggal klik .!!!!
Berita Bank Bri
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi).
Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.
Berikut berbagai berita terkait Bank BRI yang perlu Anda ketahui :
Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.
Berikut berbagai berita terkait Bank BRI yang perlu Anda ketahui :
- BRI Targetkan 200 Ribu Nasabah Pengguna Internet Banking
- BRI - Indosat Kerja Sama Mobile Banking
- Mengenal Tabungan Simpedes BRI
- Jumlah Nasabah 10 Bank Besar (Juni 2011)
- BRI: 8 Triliun untuk Industri Kreatif
- BRI dan Taspen Tukar Data Secara On-Line
- Aset BRI Melonjak Rp 249 Triliun
- BRI Akan Punya 10.000 ATM
- Laba BRI Tembus Rp 11 Triliun
- Sejarah BRI
- Museum Perjalanan Bank BRI
- Perampok Bawa Bom Rampas Uang Karyawan BRI
- Mobil Karyawan BRI Dibobol Geng Pecah Kaca
- Polisi pembunuh karyawan BRI dihukum seumur hidup
- Ngemplang Rp 30 Miliar, Karyawan BRI Diadili
- Kredit Macet, Dua Pegawai BRI Ditahan
- 10 Bank dengan Karyawan Terbanyak
- BRI Bakal Rekrut 3.000 Karyawan Baru
- Pegawai BRI, Mabuk di Tempat Hiburan Bersimbah Darah
- Bank Kian Tidak Efisien Tanpa Outsourcing
- Mantan Karyawan BRI Tewas Tanpa Celana
- Bank BRI Peduli Pendidikan dan Sarana Ibadah
- Cara Aktifkan Internet Banking BRI
- Cara Aktifasi Internet Banking BRI Lewat ATM
- Syarat dan Cara Membuat Kartu ATM BRI
- BRI Serahkan THR Bagi 650 Petugas Kebersihan
- Bank BRI Peduli Kesehatan Warga Batam
- Ngebut, Pegawai BRI Tabrak Warga hingga Tewas
- Transformasi Dasyat BRI: Dari Bank Desa Menjadi Bank Berlaba Besar Kelas Dunia
- BRI Terus Perluas Kantor Layanan
- Forber : Bank BRI Perusahaan Paling Untung Didunia
Mantan Karyawan BRI Tewas Tanpa Celana
Mantan karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini bernama Didi Mulyana
Johansyah (55). Paska bercerai dengan istrinya, perangai dia berubah.
Didi yang warga Gang Kamulyan, Regol, Garut ini lebih tertutup. Dia
jarang bergaul. Didi pun memilih hidup sendirian. Kini sang duda tinggal
kenangan. Tadi sore, Didi ditemukan sudah tewas. Kondisi tubuhnya
membusuk. Bau bangkai pun menyeruak dari dalam rumahnya.
Adalah Dedi (30), tetangganya, yang pertama menemukan. Kala itu Dedi melintas di depan rumah Didi. Langkahnya terhenti karena hidungnya ditubruk bau busuk. Ya, bau itu sudah tiga hari mengganggu penciuman Dedi.
Dedi penasaran. Ia melongok ke dalam rumah lewat jendela. Ugh, disana banyak lalat. Dan terlihat Didi telungkup di dalam kamar. Akhirnya penemuan ini segera diberitahukan Dedi ke Ketua RW setempat, H Memed (50). Saat itu juga Memed lapor polisi.
Polisi sempat kesulitan memasuki rumah Dedi. Karena pintunya terkunci dari dalam. Akhirnya polisi membongkar paksa pintu rumah. Hasil pemeriksaan polisi, mayat tanpa celana tersebut sudah membusuk mengeluarkan cairan dan belatung.
Selain itu, pada bagian kepalanya tampak cairan darah yang sudah menghitam. Dan bagian tubuhnya yang tidak tertutup; membiru. Diduga kuat, korban sudah tewas selama dua atau tiga hari.
Menurut Kapolsek Garut Kota AKP Uwes, dugaan sementara korban terjatuh dari tempat tidur dan kepalanya membentur lantai. Sebelumnya korban juga sempat pergi ke kamar mandi. Dugaan ini diperkuat dengan terbukanya keran air di kamar mandi yang tidak sempat ditutup. Polisi belum bisa menyimpulkan korban tewas akibat penganiayaan atau menjadi korban perampokan. Tetangga Didi menyebutkan, selama ini korban tidak punya penyakit parah.
(rmol.co)
Adalah Dedi (30), tetangganya, yang pertama menemukan. Kala itu Dedi melintas di depan rumah Didi. Langkahnya terhenti karena hidungnya ditubruk bau busuk. Ya, bau itu sudah tiga hari mengganggu penciuman Dedi.
Dedi penasaran. Ia melongok ke dalam rumah lewat jendela. Ugh, disana banyak lalat. Dan terlihat Didi telungkup di dalam kamar. Akhirnya penemuan ini segera diberitahukan Dedi ke Ketua RW setempat, H Memed (50). Saat itu juga Memed lapor polisi.
Polisi sempat kesulitan memasuki rumah Dedi. Karena pintunya terkunci dari dalam. Akhirnya polisi membongkar paksa pintu rumah. Hasil pemeriksaan polisi, mayat tanpa celana tersebut sudah membusuk mengeluarkan cairan dan belatung.
Selain itu, pada bagian kepalanya tampak cairan darah yang sudah menghitam. Dan bagian tubuhnya yang tidak tertutup; membiru. Diduga kuat, korban sudah tewas selama dua atau tiga hari.
Menurut Kapolsek Garut Kota AKP Uwes, dugaan sementara korban terjatuh dari tempat tidur dan kepalanya membentur lantai. Sebelumnya korban juga sempat pergi ke kamar mandi. Dugaan ini diperkuat dengan terbukanya keran air di kamar mandi yang tidak sempat ditutup. Polisi belum bisa menyimpulkan korban tewas akibat penganiayaan atau menjadi korban perampokan. Tetangga Didi menyebutkan, selama ini korban tidak punya penyakit parah.
(rmol.co)
Bank Kian Tidak Efisien Tanpa Outsourcing
Diperketatnya praktik outsourcing merupakan salah satu kado
tahun baru terindah bagi kaum pekerja Indonesia. Namun di sisi lain hal
itu bisa berarti tambahan biaya bagi pengusaha.
Awal tahun 2012 ini bisa jadi kurang menyenangkan bagi banyak pengusaha. Keputusan Mahkamah Konstitusi menganulir beberapa ketentuan UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan pada 17 Januari lalu, berpotensi menggelembungkan beban operasional perusahaan. Penghapusan frase “…perjanjian kerja waktu tertentu” dalam Pasal 65 ayat (7) dan “…perjanjian kerja untuk waktu tertentu” dalam Pasal 66 ayat (2) huruf b dalam beberapa hal berimplikasi pada “haramnya” sistem outsourcing bagi perusahaan. Perusahaan kini tidak bisa seenaknya lagi menggunakan praktik outsourcing. Menurut MK, pekerjaan yang memiliki obyek tetap tak bisa lagi dikerjakan lewat mekanisme kontrak atau outsourcing.
Sebelumnya, pada 9 Desember 2011, Bank Indonesia sudah lebih dulu menerbitkan PBI No 13/25/PBI/2011 tentang Prinsip Kehati-hatian bagi Bank Umum yang Melakukan Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Pihak Lain. Peraturan ini menjadi payung bagi praktik outsourcing di industri perbankan nasional. Dalam PBI tersebut, pekerjaan di bank dibedakan dalam dua kelompok berdasarkan sifatnya, yakni pekerjaan pokok dan pekerjaan penunjang. Pekerjaan penunjang inilah yang diperbolehkan untuk di-outsource-kan atau dialih dayakan kepada pihak ketiga. (lihat Stabilitas Edisi Januari 2012, “Biar Outsourcing Tak Lagi Bikin Pusing”).
Menurut BI, pekerjaan pokok adalah pekerjaan yang harus ada dalam alur kegiatan usaha atau alur kegiatan pendukung usaha bank. Artinya, jika pekerjaan itu tidak ada ataupun bermasalah, kinerja operasional inti bank juga akan kacau.Yang termasuk dalam kategori ini misalnya account officer dan credit analyst pada alur kegiatan pemberian kredit, serta customer service, customer relation dan teller pada alur kegiatan penghimpunan dana.
Sementara pekerjaan penunjang adalah pekerjaan yang tidak harus ada dalam alur kegiatan usaha atau alur kegiatan pendukung usaha bank. Tanpa jenis pekerjaan ini, kinerja operasional bank tetap bisa berjalan lancar. Untuk masuk dalam kategori penunjang, suatu pekerjaan harus memenuhi tiga kriteria, yakni berisiko rendah, tidak membutuhkan kualifikasi kompetensi perbankan yang tinggi, dan tidak terkait langsung dengan proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi operasional bank. Yang termasuk dalam kategori ini misalnya call center, aktivitas pemasaran (telemarketing, direct sales/ sales representative), penagihan, jasa kurir, sekuriti, messenger, office boy dan sekretaris.
Sebenarnya pengkategorian jenis pekerjaan yang bisa dialihdayakan seperti dalam aturan PBI tersebut sudah termaktub dalam pasal 65 ayat 2 UU No 13/ 2003. Namun, putusan MK yang menghilangkan frase “…perjanjian kerja waktu tertentu” makin mempersempit ruang gerak praktik outsourcing. Perusahaan tak lagi memiliki kesempatan untuk mengalih dayakan pekerjaan yang durasi objek pekerjaannya tetap meskipun itu bersifat penunjang.
Putusan MK tersebut membuka celah penafsiran baru terhadap implementasi PBI No 13/25/PBI/2011.PBI yang terbit sebelum putusan MK, masih mendasarkan praktik outsourcing sesuai UU sebelum putusan, yakni hanya berdasarkan sifat objek pekerjaannya: pokok atau penunjang. Tentunya dengan menambahkan penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko. Jika berpegang pada UU setelah putusan MK, pekerjaan-pekerjaan yang bersifat penunjang di bank namun memiliki durasi obyek tetap seperti pekerjaan pengamanan, penagihan, dan kurir tidak boleh lagi dialih dayakan.
Tren Ekonomi Baru
Praktik outsourcing sejatinya sudah ada sejak dahulu. Secara tradisional, outsourcing digambarkan sebagai pemberian sub-kontrak jasa dari perusahaan ke perusahaan lain. Outsourcing tak sekedar perjanjian pembuatan bahan baku atau barang setengah jadi dengan suatu standar kualitas yang sudah ditentukan pemberi sub-kontrak. Outsourcing juga tak sekedar pelimpahan sebagian jasa penunjang operasional perusahaan pada perusahaan lain. Lebih dari itu, outsourcing merupakan proses membangun kemitraan hubungan bilateral yang menyediakan barang dan jasa sesuai kebutuhan dalam kerangka memaksimalkan profitabilitas perusahaan.
Jaringan transnasional para imigran di AS yang didukung dengan kemajuan teknologi informasi membawa outsourcing ke dalam tren baru ekonomi. Hal ini makin menguat dengan maraknya gerakan liberalisasi pasar diberbagai kawasan. Sistem outsourcing pun mewabah sejak awal 1990-an. Tak lagi hanya antar perusahaan dalam suatu negara, tapi juga antar perusahaan lintas negara atau yang dikenal dengan offshoring.
Dengan outsourcing, perusahaan mengarah pada suatu bentuk produsen “virtual”. Perusahaan kini lebih berkonsentrasi pada operasi inti untuk mencapai efisiensi maksimal. Dalam era outsourcing, perusahaan bisa memiliki banyak produk namun tak perlu memproduksinya sendiri. Kutipan laporan tahunan 1998 dari WTO sebagaimana dikutip dari Grossmann dan Helpman (2002) mungkin bisa menjadi gambaran. Menurut laporan tersebut hanya 37 persen nilai produksi mobil Amerika Serikat yang dihasilkan di negerinya sendiri. Sisanya terbang ke berbagai negara. Sekitar 30 persen untuk perakitan di Korea Selatan, 17,5 persen untuk komponen dan teknologi canggih Jepang, 7,5 persen ke desain Jerman, 4 persen ke komponen kecil Taiwan dan Singapura, 2,5 persen untuk layanan iklan dan pemasaran Inggris, dan 1,5 persen untuk pengolahan data di India dan Barbados.
Pertanyaannya sekarang, seberapa menguntungkan sistem outsourcing bagi perusahaan? Apakah sistem tersebut bisa memperbesar tingkat profitabilitas perusahaan? Akankah perusahaan menjadi lebih kompetitif? Tentu saja. Secara teoritis, perusahaan bisa lebih kompetitif dengan memaksimalkan profit. Outsourcing, dalam banyak hal, bisa menjadi solusi bagi persoalan umum perusahaan: inefisiensi.
Outsourcing pada dasarnya berpijak pada keunggulan komparatif suatu perusahaan. Meminjam teori David Ricardo, suatu perusahaan lebih baik “membeli” daripada “memproduksi”sendiri material pembentuk produknya. Dengan kata lain, perusahaan akan lebih bisa memaksimalkan keuntungan jika berfokus pada operasi intinya. Gambaran lebih rinci bisa ditarik dari kurva biaya rata-rata neo-klasik Wicksell. Pada saat kurva biaya rata-rata menurun, sebenarnya pada fungsi produksi terjadi proses kenaikan laba, dan begitupun sebaliknya. Saat biaya rata-rata sampai pada titik minimum, pada fungsi produksi berlaku asumsi constant return to scale. Outsourcing merupakan salah satu solusi untuk menurunkan biaya rata-rata dari sebuah produk.
Implikasi bagi Bank
Lantas kenapa praktik outsourcing seringkali menimbulkan kontroversi? Dalam jangka panjang, perusahaan akan makin efisien, kompetitif dan lebih profitable. Secara makro, akumulasi keuntungan perusahaan akan meningkatkan pendapatan nasional. Namun dalam jangka pendek, outsourcing bisa mengurangi lapangan kerja bagi pekerja lokal. Hal inilah yang memicu gelombang protes di AS. Saat ekonomi cenderung resesi dan banyak pengangguran, banyak perusahaan AS yang justru mengalih dayakan operasionalnya ke negara lain.
Praktik outsourcing juga sering menimbulkan masalah disaat perusahaan pemberi sub-kontrak kehilangan kendali atas perusahaan jasa outsourcing. Dalam kasus debt collector misalnya. Kematian nasabah kartu kredit, Irzen Octa menghancurkan reputasi Citibank. Tak cuma itu, kasus tersebut juga memicu tuntutan perbaikan sistem outsourcing bagi industri perbankan nasional secara keseluruhan. Praktik outsourcing pun diperketat.
Bank kini tak lagi mudah menggunakan jasa outsourcing. Artinya akan ada tambahan beban tenaga kerja terutama dari pos gaji dan tunjangan. Padahal sebagaimana sudah menjadi rahasia umum, praktik tersebut sudah banyak digunakan dalam operasional bank. Misalnya untuk customer service, teller, dan debt collector.
Tambahan pos pengeluaran untuk gaji dan tunjangan akibat pengetatan praktik outsourcing
tersebut tentu akan mendorong terciptanya rasio BOPO yang tinggi.
Padahal BOPO yang ada selama ini saja bisa dibilang kurang efisien.
Mengacu pada statistik, dalam lima tahun terakhir rasio BOPO industri
perbankan Indonesia berada pada kisaran 73 persen hingga 97 persen.
Rata-rata BOPO dalam kurun waktu tersebut adalah 86,44 persen. Artinya
pendapatan Rp 1 mesti ditebus dengan pengeluaran Rp 0,86. (Lihat Tabel
1. Rasio BOPO Bank Umum Indonesia).
Dibandingkan dengan industri sejenis di kawasan ASEAN, perbankan Indonesia bisa dibilang kurang efisien. Rata-rata rasio BOPO dalam lima tahun terakhir yang sebesar 86,37 persen. Bank umum Malaysia misalnya, beban operasional negeri jiran tersebut hanyasekitar 40 persen dari total pendapatan operasional. Angka yang tak jauh beda terjadi juga di Singapura dan Thailand. Singapura yang sedang bergerak menjadi pusat keuangan baru di Asia membukukan 42 persen untuk rasio BOPO perbankannya. Sementara rasio BOPO perbankan Thailand tercatat 54,3 persen. Bahkan dengan Filipina pun perbankan nasional masih kalah efisien. Rasio BOPO perbankan di negara yang terkenal dengan revolusi people power-nya tersebut sekitar 74 persen. (lihat riset Stabilitas Edisi Januari 2011, “Perbankan Nasional Tak Cukup Besar”).
Kini dengan makin sempitnya ruang outsourcing, kinerja bank nasional berpotensi makin tidak efisien. Mengacu pada data (lihat tabel 2. Jumlah Karyawan Beberapa Bank Nasional), hampir seperlima biaya operasional dialokasikan untuk membayar gaji dan tunjangan karyawan.

Dari 31 bank yang listing di Bursa Efek Indonesia, Danamon menjadi bank dengan jumlah karyawan terbanyak, jauh dari Mandiri dan BRI yang merupakan bank beraset terbesar di Indonesia. Total karyawan Danamon per November 2011 mencapai 61.875 karyawan, bertambah 10.953 karyawan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total karyawan tersebut, Danamon menggunakan 18.368 karyawan kontrak dimana 8.616 karyawan merupakan karyawan outsourcing. Danamon menghabiskan 23,3 persen dari Rp12,37 triliun total beban operasionalnya.
Ekspansi besar-besaran Danamon membangun Danamon Simpan Pinjam bisa jadi menjadi salah satu sebab signifikannya pertambahan karyawan. Meski begitu, jika dilihat dari rata-rata karyawan di tiap unit kantor, Danamon bukanlah yang terbesar. Danamon hanya menempatkan 37 karyawan per unit kantor.
Bank dengan rata-rata jumlah karyawan per unit kantor terbanyak adalah Panin Bank. Menurut data per November 2011, Panin menempatkan 107 karyawan di tiap kantornya. Total jumlah karyawan Panin sendiri sebenarnya tidak banyak, hanya 5.479 karyawan. Besarnya rata-rata karyawan per kantor yang dimiliki Panin bisa jadi sangat wajar. Kantor layanan Panin hanya ada di kota-kota besar. Jumlah keseluruhan jaringan kantor Panin adalah 51 kantor, yakni 1 kantor pusat, 48 kantor cabang, 1 kantor perwakilan di Singapura, dan 1 kantor cabang di Cayman Islands. Pengeluaran untuk gaji dan tunjangan karyawan Panin hanya menghabiskan 7,3 persen dari total beban operasionalnya.
Dua bank beraset terbesar, Mandiri dan BRI berada dibawah Danamon dalam jumlah tenaga kerja. Meski begitu harus digaris bawahi bahwa jumlah riil kedua bank tersebut bisa jadi lebih banyak. Hal ini karena laporan keuangan keduanya tidak memberi penjelasan secara mendetail seperti Danamon.
Pada periode yang sama, Mandiri memiliki 27.305 karyawan, 2.069 karyawan lebih banyak dibanding periode sebelumnya. Sayangnya tak ada keterangan detail apakah jumlah tersebut karyawan tetap saja atau keseluruhan karyawan. Rata-rata karyawan per unit kantornya adalah 18 orang. Untuk pengeluaran gaji dan tunjangan, Mandiri menghabiskan Rp 4,86 triliun atau sekitar 17,7 persen dari total beban operasional.
Sementara BRI memiliki 38.228 karyawan per November 2011. Dibandingkan bank besar lainnya, BRI relatif adem dalam menambah karyawan. Pada periode ini hanya ada tambahan 584 karyawan. Di tiap unitnya bank tertua di Indonesia ini hanya menempatkan 5 karyawan. Wajar karena jumlah kantornya jauh lebih banyak dibandingkan bank lainnya dan sudah sampai ke pelosok desa. Total kantor BRI mencapai 7.761 unit kantor. Pengeluaran untuk gaji dan tunjangan karyawan BRI menghabiskan 22,1persen dari total Rp 28,23 triliun beban operasionalnya.
Jika mengacu pada data, bank yang paling tidak efisien kebanyakan adalah bank beraset kecil. Bisa jadi hal ini karena skala operasionalnya belum mencapai titik optimal. Tingkat efisiensi bank beraset besar kebanyakan lebih baik dari rata-rata industri. Meski begitu dengan pengetatan kebijakan outsourcing, efisiensi bank besar juga berpotensi menurun. Perlu ada terobosan strategi baru untuk memitigasi risiko inefisiensi operasional bank. Memaksimalkan kapasitas kerja karyawan yang sudah ada dengan teknologi informasi misalnya.
(stabilitas.co.id)
Awal tahun 2012 ini bisa jadi kurang menyenangkan bagi banyak pengusaha. Keputusan Mahkamah Konstitusi menganulir beberapa ketentuan UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan pada 17 Januari lalu, berpotensi menggelembungkan beban operasional perusahaan. Penghapusan frase “…perjanjian kerja waktu tertentu” dalam Pasal 65 ayat (7) dan “…perjanjian kerja untuk waktu tertentu” dalam Pasal 66 ayat (2) huruf b dalam beberapa hal berimplikasi pada “haramnya” sistem outsourcing bagi perusahaan. Perusahaan kini tidak bisa seenaknya lagi menggunakan praktik outsourcing. Menurut MK, pekerjaan yang memiliki obyek tetap tak bisa lagi dikerjakan lewat mekanisme kontrak atau outsourcing.
Sebelumnya, pada 9 Desember 2011, Bank Indonesia sudah lebih dulu menerbitkan PBI No 13/25/PBI/2011 tentang Prinsip Kehati-hatian bagi Bank Umum yang Melakukan Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Pihak Lain. Peraturan ini menjadi payung bagi praktik outsourcing di industri perbankan nasional. Dalam PBI tersebut, pekerjaan di bank dibedakan dalam dua kelompok berdasarkan sifatnya, yakni pekerjaan pokok dan pekerjaan penunjang. Pekerjaan penunjang inilah yang diperbolehkan untuk di-outsource-kan atau dialih dayakan kepada pihak ketiga. (lihat Stabilitas Edisi Januari 2012, “Biar Outsourcing Tak Lagi Bikin Pusing”).
Menurut BI, pekerjaan pokok adalah pekerjaan yang harus ada dalam alur kegiatan usaha atau alur kegiatan pendukung usaha bank. Artinya, jika pekerjaan itu tidak ada ataupun bermasalah, kinerja operasional inti bank juga akan kacau.Yang termasuk dalam kategori ini misalnya account officer dan credit analyst pada alur kegiatan pemberian kredit, serta customer service, customer relation dan teller pada alur kegiatan penghimpunan dana.
Sementara pekerjaan penunjang adalah pekerjaan yang tidak harus ada dalam alur kegiatan usaha atau alur kegiatan pendukung usaha bank. Tanpa jenis pekerjaan ini, kinerja operasional bank tetap bisa berjalan lancar. Untuk masuk dalam kategori penunjang, suatu pekerjaan harus memenuhi tiga kriteria, yakni berisiko rendah, tidak membutuhkan kualifikasi kompetensi perbankan yang tinggi, dan tidak terkait langsung dengan proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi operasional bank. Yang termasuk dalam kategori ini misalnya call center, aktivitas pemasaran (telemarketing, direct sales/ sales representative), penagihan, jasa kurir, sekuriti, messenger, office boy dan sekretaris.
Sebenarnya pengkategorian jenis pekerjaan yang bisa dialihdayakan seperti dalam aturan PBI tersebut sudah termaktub dalam pasal 65 ayat 2 UU No 13/ 2003. Namun, putusan MK yang menghilangkan frase “…perjanjian kerja waktu tertentu” makin mempersempit ruang gerak praktik outsourcing. Perusahaan tak lagi memiliki kesempatan untuk mengalih dayakan pekerjaan yang durasi objek pekerjaannya tetap meskipun itu bersifat penunjang.
Putusan MK tersebut membuka celah penafsiran baru terhadap implementasi PBI No 13/25/PBI/2011.PBI yang terbit sebelum putusan MK, masih mendasarkan praktik outsourcing sesuai UU sebelum putusan, yakni hanya berdasarkan sifat objek pekerjaannya: pokok atau penunjang. Tentunya dengan menambahkan penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko. Jika berpegang pada UU setelah putusan MK, pekerjaan-pekerjaan yang bersifat penunjang di bank namun memiliki durasi obyek tetap seperti pekerjaan pengamanan, penagihan, dan kurir tidak boleh lagi dialih dayakan.
Tren Ekonomi Baru
Praktik outsourcing sejatinya sudah ada sejak dahulu. Secara tradisional, outsourcing digambarkan sebagai pemberian sub-kontrak jasa dari perusahaan ke perusahaan lain. Outsourcing tak sekedar perjanjian pembuatan bahan baku atau barang setengah jadi dengan suatu standar kualitas yang sudah ditentukan pemberi sub-kontrak. Outsourcing juga tak sekedar pelimpahan sebagian jasa penunjang operasional perusahaan pada perusahaan lain. Lebih dari itu, outsourcing merupakan proses membangun kemitraan hubungan bilateral yang menyediakan barang dan jasa sesuai kebutuhan dalam kerangka memaksimalkan profitabilitas perusahaan.
Jaringan transnasional para imigran di AS yang didukung dengan kemajuan teknologi informasi membawa outsourcing ke dalam tren baru ekonomi. Hal ini makin menguat dengan maraknya gerakan liberalisasi pasar diberbagai kawasan. Sistem outsourcing pun mewabah sejak awal 1990-an. Tak lagi hanya antar perusahaan dalam suatu negara, tapi juga antar perusahaan lintas negara atau yang dikenal dengan offshoring.
Dengan outsourcing, perusahaan mengarah pada suatu bentuk produsen “virtual”. Perusahaan kini lebih berkonsentrasi pada operasi inti untuk mencapai efisiensi maksimal. Dalam era outsourcing, perusahaan bisa memiliki banyak produk namun tak perlu memproduksinya sendiri. Kutipan laporan tahunan 1998 dari WTO sebagaimana dikutip dari Grossmann dan Helpman (2002) mungkin bisa menjadi gambaran. Menurut laporan tersebut hanya 37 persen nilai produksi mobil Amerika Serikat yang dihasilkan di negerinya sendiri. Sisanya terbang ke berbagai negara. Sekitar 30 persen untuk perakitan di Korea Selatan, 17,5 persen untuk komponen dan teknologi canggih Jepang, 7,5 persen ke desain Jerman, 4 persen ke komponen kecil Taiwan dan Singapura, 2,5 persen untuk layanan iklan dan pemasaran Inggris, dan 1,5 persen untuk pengolahan data di India dan Barbados.
Pertanyaannya sekarang, seberapa menguntungkan sistem outsourcing bagi perusahaan? Apakah sistem tersebut bisa memperbesar tingkat profitabilitas perusahaan? Akankah perusahaan menjadi lebih kompetitif? Tentu saja. Secara teoritis, perusahaan bisa lebih kompetitif dengan memaksimalkan profit. Outsourcing, dalam banyak hal, bisa menjadi solusi bagi persoalan umum perusahaan: inefisiensi.
Outsourcing pada dasarnya berpijak pada keunggulan komparatif suatu perusahaan. Meminjam teori David Ricardo, suatu perusahaan lebih baik “membeli” daripada “memproduksi”sendiri material pembentuk produknya. Dengan kata lain, perusahaan akan lebih bisa memaksimalkan keuntungan jika berfokus pada operasi intinya. Gambaran lebih rinci bisa ditarik dari kurva biaya rata-rata neo-klasik Wicksell. Pada saat kurva biaya rata-rata menurun, sebenarnya pada fungsi produksi terjadi proses kenaikan laba, dan begitupun sebaliknya. Saat biaya rata-rata sampai pada titik minimum, pada fungsi produksi berlaku asumsi constant return to scale. Outsourcing merupakan salah satu solusi untuk menurunkan biaya rata-rata dari sebuah produk.
Implikasi bagi Bank
Lantas kenapa praktik outsourcing seringkali menimbulkan kontroversi? Dalam jangka panjang, perusahaan akan makin efisien, kompetitif dan lebih profitable. Secara makro, akumulasi keuntungan perusahaan akan meningkatkan pendapatan nasional. Namun dalam jangka pendek, outsourcing bisa mengurangi lapangan kerja bagi pekerja lokal. Hal inilah yang memicu gelombang protes di AS. Saat ekonomi cenderung resesi dan banyak pengangguran, banyak perusahaan AS yang justru mengalih dayakan operasionalnya ke negara lain.
Praktik outsourcing juga sering menimbulkan masalah disaat perusahaan pemberi sub-kontrak kehilangan kendali atas perusahaan jasa outsourcing. Dalam kasus debt collector misalnya. Kematian nasabah kartu kredit, Irzen Octa menghancurkan reputasi Citibank. Tak cuma itu, kasus tersebut juga memicu tuntutan perbaikan sistem outsourcing bagi industri perbankan nasional secara keseluruhan. Praktik outsourcing pun diperketat.
Bank kini tak lagi mudah menggunakan jasa outsourcing. Artinya akan ada tambahan beban tenaga kerja terutama dari pos gaji dan tunjangan. Padahal sebagaimana sudah menjadi rahasia umum, praktik tersebut sudah banyak digunakan dalam operasional bank. Misalnya untuk customer service, teller, dan debt collector.
Dibandingkan dengan industri sejenis di kawasan ASEAN, perbankan Indonesia bisa dibilang kurang efisien. Rata-rata rasio BOPO dalam lima tahun terakhir yang sebesar 86,37 persen. Bank umum Malaysia misalnya, beban operasional negeri jiran tersebut hanyasekitar 40 persen dari total pendapatan operasional. Angka yang tak jauh beda terjadi juga di Singapura dan Thailand. Singapura yang sedang bergerak menjadi pusat keuangan baru di Asia membukukan 42 persen untuk rasio BOPO perbankannya. Sementara rasio BOPO perbankan Thailand tercatat 54,3 persen. Bahkan dengan Filipina pun perbankan nasional masih kalah efisien. Rasio BOPO perbankan di negara yang terkenal dengan revolusi people power-nya tersebut sekitar 74 persen. (lihat riset Stabilitas Edisi Januari 2011, “Perbankan Nasional Tak Cukup Besar”).
Kini dengan makin sempitnya ruang outsourcing, kinerja bank nasional berpotensi makin tidak efisien. Mengacu pada data (lihat tabel 2. Jumlah Karyawan Beberapa Bank Nasional), hampir seperlima biaya operasional dialokasikan untuk membayar gaji dan tunjangan karyawan.
Dari 31 bank yang listing di Bursa Efek Indonesia, Danamon menjadi bank dengan jumlah karyawan terbanyak, jauh dari Mandiri dan BRI yang merupakan bank beraset terbesar di Indonesia. Total karyawan Danamon per November 2011 mencapai 61.875 karyawan, bertambah 10.953 karyawan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total karyawan tersebut, Danamon menggunakan 18.368 karyawan kontrak dimana 8.616 karyawan merupakan karyawan outsourcing. Danamon menghabiskan 23,3 persen dari Rp12,37 triliun total beban operasionalnya.
Ekspansi besar-besaran Danamon membangun Danamon Simpan Pinjam bisa jadi menjadi salah satu sebab signifikannya pertambahan karyawan. Meski begitu, jika dilihat dari rata-rata karyawan di tiap unit kantor, Danamon bukanlah yang terbesar. Danamon hanya menempatkan 37 karyawan per unit kantor.
Bank dengan rata-rata jumlah karyawan per unit kantor terbanyak adalah Panin Bank. Menurut data per November 2011, Panin menempatkan 107 karyawan di tiap kantornya. Total jumlah karyawan Panin sendiri sebenarnya tidak banyak, hanya 5.479 karyawan. Besarnya rata-rata karyawan per kantor yang dimiliki Panin bisa jadi sangat wajar. Kantor layanan Panin hanya ada di kota-kota besar. Jumlah keseluruhan jaringan kantor Panin adalah 51 kantor, yakni 1 kantor pusat, 48 kantor cabang, 1 kantor perwakilan di Singapura, dan 1 kantor cabang di Cayman Islands. Pengeluaran untuk gaji dan tunjangan karyawan Panin hanya menghabiskan 7,3 persen dari total beban operasionalnya.
Dua bank beraset terbesar, Mandiri dan BRI berada dibawah Danamon dalam jumlah tenaga kerja. Meski begitu harus digaris bawahi bahwa jumlah riil kedua bank tersebut bisa jadi lebih banyak. Hal ini karena laporan keuangan keduanya tidak memberi penjelasan secara mendetail seperti Danamon.
Pada periode yang sama, Mandiri memiliki 27.305 karyawan, 2.069 karyawan lebih banyak dibanding periode sebelumnya. Sayangnya tak ada keterangan detail apakah jumlah tersebut karyawan tetap saja atau keseluruhan karyawan. Rata-rata karyawan per unit kantornya adalah 18 orang. Untuk pengeluaran gaji dan tunjangan, Mandiri menghabiskan Rp 4,86 triliun atau sekitar 17,7 persen dari total beban operasional.
Sementara BRI memiliki 38.228 karyawan per November 2011. Dibandingkan bank besar lainnya, BRI relatif adem dalam menambah karyawan. Pada periode ini hanya ada tambahan 584 karyawan. Di tiap unitnya bank tertua di Indonesia ini hanya menempatkan 5 karyawan. Wajar karena jumlah kantornya jauh lebih banyak dibandingkan bank lainnya dan sudah sampai ke pelosok desa. Total kantor BRI mencapai 7.761 unit kantor. Pengeluaran untuk gaji dan tunjangan karyawan BRI menghabiskan 22,1persen dari total Rp 28,23 triliun beban operasionalnya.
Jika mengacu pada data, bank yang paling tidak efisien kebanyakan adalah bank beraset kecil. Bisa jadi hal ini karena skala operasionalnya belum mencapai titik optimal. Tingkat efisiensi bank beraset besar kebanyakan lebih baik dari rata-rata industri. Meski begitu dengan pengetatan kebijakan outsourcing, efisiensi bank besar juga berpotensi menurun. Perlu ada terobosan strategi baru untuk memitigasi risiko inefisiensi operasional bank. Memaksimalkan kapasitas kerja karyawan yang sudah ada dengan teknologi informasi misalnya.
(stabilitas.co.id)
Pegawai BRI, Mabuk di Tempat Hiburan Bersimbah Darah
Dengan kondisi besimbah darah, R Jawaludin (41)
dipapah sejumlah warga. Pegawai BRI ini tak mampu berjalan sempurna
lantaran dalam kondisi mabuk. Kuat dugaan, ia dianiaya karyawan hiburan
malam, tempatnya menenggak minuman keras.
Informasi yang dirangkum, Selasa (2/10) sekitar
pukul 07.00 WIB, Jawaluddin keluar dari Mall Pekanbaru. Kabarnya ia baru
saja dari salah satu tempat hiburan malam yang ada di sana.
Saat itu, wajahnya penuh darah. Kuat dugaan, ia dianiaya oleh karyawan tempat hiburan. Belum diketahui pasti penyebab penganiayaan itu.
‘’Kita lihat dia sudah bersimbah darah, keluar dari Mall Pekanbaru. Kita bawa saja ke BRI, tempat ia bekerja. Kata orang-orang, dia dianiaya karyawan tempat hiburan malam,’’ ungkap Andi, warga yang ikut menolong korban.
Dengan kondisi masih mabuk, tak banyak keterangan yang didapat dari korban. ‘’Saya dipukul orang tu. Saya nggak ada salah,’’ singkatnya.
Setibanya di Kantor BRI Jalan Sudirman, korban dianjurkan pimpinannya untuk membuat laporan. Namun terlebih dahulu, korban berencana mengobati lukanya.
Kapolsek Pekanbaru Kota Kompol Jogi Riau Samudera menyebutkan bahwa belum ada laporan mengenai kejadian itu. ‘’Kita belum menerima laporannya,’’ kata Kapolsek.
Jika laporan sudah diterima, lanjut Jogi, barulah pihaknya akan melakukan penyelidikan. ‘’Itu delik aduan, harus ada laporannya. Kalau melapor baru kita selidiki,’’ jelas Kapolsek melalui sambungan telepon.
(pekanbarumx.net-03 Oktober 2012 )
Saat itu, wajahnya penuh darah. Kuat dugaan, ia dianiaya oleh karyawan tempat hiburan. Belum diketahui pasti penyebab penganiayaan itu.
‘’Kita lihat dia sudah bersimbah darah, keluar dari Mall Pekanbaru. Kita bawa saja ke BRI, tempat ia bekerja. Kata orang-orang, dia dianiaya karyawan tempat hiburan malam,’’ ungkap Andi, warga yang ikut menolong korban.
Dengan kondisi masih mabuk, tak banyak keterangan yang didapat dari korban. ‘’Saya dipukul orang tu. Saya nggak ada salah,’’ singkatnya.
Setibanya di Kantor BRI Jalan Sudirman, korban dianjurkan pimpinannya untuk membuat laporan. Namun terlebih dahulu, korban berencana mengobati lukanya.
Kapolsek Pekanbaru Kota Kompol Jogi Riau Samudera menyebutkan bahwa belum ada laporan mengenai kejadian itu. ‘’Kita belum menerima laporannya,’’ kata Kapolsek.
Jika laporan sudah diterima, lanjut Jogi, barulah pihaknya akan melakukan penyelidikan. ‘’Itu delik aduan, harus ada laporannya. Kalau melapor baru kita selidiki,’’ jelas Kapolsek melalui sambungan telepon.
(pekanbarumx.net-03 Oktober 2012 )
BRI Bakal Rekrut 3.000 Karyawan Baru
Bank BRI berencana merekrut 2.000 hingga 3.000 karyawan baru untuk
tenaga marketing sepanjang tahun 2009. Rekruitmen karyawan baru untuk
mengisi 14 kantor BRI yang akan dibuka pada tahun ini.
"Dengan
penambahan 14 kantor baru, akan ada 4.800 kantor BRI hingga akhir
2009," kata Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basyir pada paparan kinerja
triwulan I-2009 di Jakarta, Kamis (30/4).
Menurut Basyir,
penambahan kantor BRI di sejumlah wilayah Indonesia sebagai bagian dari
upaya BRI untuk meningkatkan volume usaha. "Kami akan online realtime semua kantor BRI dan mudah-mudah sampai akhir tahun tuntas. Sekarang saja sudah sekitar 4.000 kantor BRI yang online realtime. Ini semua untuk pelayanan nasabah," kata dia.
Sofyan mengemukakan hal tersebut untuk mencapai target aset hingga 22 persen pada tahun ini.
Dalam
paparannya, dia mengemukakan, pada triwulan I-2009 BRI berhasil
membukukan kenaikan total aset 24,78 persen, yaitu dari Rp 200,46
triliun pada triwulan I-2008 menjadi Rp 250,14 triliun pada triwulan
II-2009. "Pada kaget kan, asetnya BRI yag terbesar meski kataya
krisis," kata dia.
Lainnya BRI juga mencatatkan peningkatan
ekuitas sebesar 16,21 persen dari Rp 20,80 pada triwulan I-2008 menjadi
Rp 24,17 triliun pada triwulan I-2009.
10 Bank dengan Karyawan Terbanyak
Biro Riset Infobank mendata 10 bank dengan jumlah karyawan
terbanyak. Bank-bank ini merupakan bank besar yang dilihat dari
kepemilikan aset hingga akhir 2011. BNI, BTN dan PermataBank, termasuk
bank yang paling getol merekrut tenaga kerja selama 2011. Rully Ferdian
Bagi bank, karyawan merupakan aset yang harus dikelola dengan baik. Namun, sebagai sumber aset, karyawan juga merupakan sumber risiko bagi bank. Banyak kasus di perbankan yang mempertontonkan betapa karyawan menjadi sumber malapetaka. Meski banyak pula karyawan bank yang menunjukkan prestasinya.
Betapa pun karyawan dan perusahaan (bank) memang tidak bisa dipisahkan. Masalahnya adalah apakah banyaknya jumlah karyawan itu menjadi beban buat bank? Survei menunjukkan beban operasional bank lebih banyak digunakan untuk biaya karyawan.
Lantas, apakah banyaknya jumlah karyawan juga mencerminkan kinerja bank? Inilah yang perlu dianalisa lebih lanjut. Yang pasti, banyaknya jumlah karyawan disuatu bank disesuaikan pula dengan unit atau lini bisnis yang dimilikinya.
Biro Riset Infobank (BirI) mendata 10 bank dengan jumlah karyawan terbanyak. Bank-bank ini merupakan bank besar yang dilihat dari kepemilikan aset hingga akhir 2011.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BR) tercatat menjadi bank dengan jumlah karyawan terbanyak, yakni mencapai 85.530 hingga akhir Desember 2011 lalu atau naik 12,97% dari 75.712 pada tahun sebelumnya. Jumlah itu termasuk tenaga outsourcing sebanyak 45.486 dari 38.068 pada 2010. Bahkan, pada 2010 silam, BRI mengeluarkan lebih dari Rp8 triliun hanya untuk biaya karyawan.
Di tempat kedua ada PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Danamon), yang tercatat 62.266 pada 2011 atau naik 16,60% dari 53.402 pada 2010. Namun, jumlah itu sudah termasuk juga pekerja Adira Finance, Adira Kredit, dan Adira Insurance.
Ketiga, PT Bank Mandiri Tbk. yang mencapai 27.907 karyawan hingga akhir 2011 atau naik 10,58% dari 25.236 pada 2010. Keempat, PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI), dengan jumlah karyawan 23.639 atau naik 22,39% dari jumlah karyawan pada 2010. BNI termasuk bank yang paling banyak merekrut karyawan selama 2011.
Sementara di posisi kelima ditempati PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) yang jumlah karyawannya hanya naik 1,40% dari 19.687 pada 2010 menjadi 19.962 pada akhir 2011.
Sedangkan di tempat keenam ada PT Bank CIMB Niaga Tbk. (CIMB Niaga) dengan jumlah karyawan pada 2011 mencapai 13.612 atau naik 10,88% dari 12.276 pada 2012.
PT Bank International Indonesia Tbk. (BII) berada diposisi ketujuh dengan jumlah karyawan sebanyak 8.369 atau naik 7,88% dari 7.758 karyawan pada 2010.
Peringkat kedelapan diduduki PT Bank Permata Tbk. (PermataBank) yang jumlah karyawanya melonjak 20,73% dari 5.210 pada 2010 menjadi 6.290 karyawan hingga akhir 2011.
Di posisi kesembilan ada PT Bank Panin Tbk. (PaninBank) dengan jumlah karyawan hingga akhir 2011 mencapai 5.329 atau hanya naik 9,34% dari 4.874 pada 2010 silam.
Terkahir, PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN), yang jumlah karyawannya juga melonjak tajam, yakni mencapai 21,37% dari 4.231 pada 2010 menjadi 5.135 karyawan pada akhir 2011.
(infobanknews.com)
Bagi bank, karyawan merupakan aset yang harus dikelola dengan baik. Namun, sebagai sumber aset, karyawan juga merupakan sumber risiko bagi bank. Banyak kasus di perbankan yang mempertontonkan betapa karyawan menjadi sumber malapetaka. Meski banyak pula karyawan bank yang menunjukkan prestasinya.
Betapa pun karyawan dan perusahaan (bank) memang tidak bisa dipisahkan. Masalahnya adalah apakah banyaknya jumlah karyawan itu menjadi beban buat bank? Survei menunjukkan beban operasional bank lebih banyak digunakan untuk biaya karyawan.
Lantas, apakah banyaknya jumlah karyawan juga mencerminkan kinerja bank? Inilah yang perlu dianalisa lebih lanjut. Yang pasti, banyaknya jumlah karyawan disuatu bank disesuaikan pula dengan unit atau lini bisnis yang dimilikinya.
Biro Riset Infobank (BirI) mendata 10 bank dengan jumlah karyawan terbanyak. Bank-bank ini merupakan bank besar yang dilihat dari kepemilikan aset hingga akhir 2011.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BR) tercatat menjadi bank dengan jumlah karyawan terbanyak, yakni mencapai 85.530 hingga akhir Desember 2011 lalu atau naik 12,97% dari 75.712 pada tahun sebelumnya. Jumlah itu termasuk tenaga outsourcing sebanyak 45.486 dari 38.068 pada 2010. Bahkan, pada 2010 silam, BRI mengeluarkan lebih dari Rp8 triliun hanya untuk biaya karyawan.
Di tempat kedua ada PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Danamon), yang tercatat 62.266 pada 2011 atau naik 16,60% dari 53.402 pada 2010. Namun, jumlah itu sudah termasuk juga pekerja Adira Finance, Adira Kredit, dan Adira Insurance.
Ketiga, PT Bank Mandiri Tbk. yang mencapai 27.907 karyawan hingga akhir 2011 atau naik 10,58% dari 25.236 pada 2010. Keempat, PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI), dengan jumlah karyawan 23.639 atau naik 22,39% dari jumlah karyawan pada 2010. BNI termasuk bank yang paling banyak merekrut karyawan selama 2011.
Sementara di posisi kelima ditempati PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) yang jumlah karyawannya hanya naik 1,40% dari 19.687 pada 2010 menjadi 19.962 pada akhir 2011.
Sedangkan di tempat keenam ada PT Bank CIMB Niaga Tbk. (CIMB Niaga) dengan jumlah karyawan pada 2011 mencapai 13.612 atau naik 10,88% dari 12.276 pada 2012.
PT Bank International Indonesia Tbk. (BII) berada diposisi ketujuh dengan jumlah karyawan sebanyak 8.369 atau naik 7,88% dari 7.758 karyawan pada 2010.
Peringkat kedelapan diduduki PT Bank Permata Tbk. (PermataBank) yang jumlah karyawanya melonjak 20,73% dari 5.210 pada 2010 menjadi 6.290 karyawan hingga akhir 2011.
Di posisi kesembilan ada PT Bank Panin Tbk. (PaninBank) dengan jumlah karyawan hingga akhir 2011 mencapai 5.329 atau hanya naik 9,34% dari 4.874 pada 2010 silam.
Terkahir, PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN), yang jumlah karyawannya juga melonjak tajam, yakni mencapai 21,37% dari 4.231 pada 2010 menjadi 5.135 karyawan pada akhir 2011.
(infobanknews.com)
Kredit Macet, Dua Pegawai BRI Ditahan
Kejaksaan Agung mengumumkan telah menahan karyawan PT Bank Rakyat
Indonesia (BRI) yang diduga telah melakukan kejahatan perbankan. Kepala
Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Noor Rachmad,
membeberkan bahwa penahanan dilakukan hari ini, Kamis (23/2/2012).
Adapun karyawan BRI yang dimaksud merupakan Staf Khusus di Kantor Wilayah Jakarta I bernama Hartono. Ia diduga telah lalai dalam melakukan verifikasi terhadap nasabah yang mengajukan pinjaman kredit kepada bank milik pemerintah tersebut.
Noor bilang, kejadian bermula ketika Hartono masih menjabat sebagai Account Officer BRI di Kantor Wilayah Jawa Timur. "Saat itu, Hartono menyetujui permohonan kredit PT I-One sebesar Rp 33,5 miliar," terang Noor. PT I-One mengajukan permohonan kredit itu melalui direktur utamanya, Setiawan Irwanto.
Diduga, persetujuan kredit itu dilakukan Hartono tanpa melalui proses yang seharusnya. Hingga kemudian PT I-One tidak sanggup membayar tunggakan pinjamannya.
Pihak kejaksaan menduga, Hartono tidak melakukan analisis yang benar dalam pemberian kredit tersebut. "Kami masih dalami, apakah yang bersangkutan mendapatkan keuntungan dari kredit ini atau tidak," ujar Noor.
Pasalnya, setelah ditelusuri oleh penyidik, dana yang seharusnya dipakai buat modal usaha itu ternyata digunakan untuk kepentingan Setyawan. Akibatnya, BRI dirugikan hingga mencapai Rp 33,5 miliar.
Atas perbuatannya, baik Hartono maupun Setiawan akan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Terhitung Kamis hari ini, keduanya akan menjalani masa tahanan selama 20 hari di Rutan Salemba, cabang Kejaksaan Agung.
(KOMPAS.com-24 Februari 2012)
Adapun karyawan BRI yang dimaksud merupakan Staf Khusus di Kantor Wilayah Jakarta I bernama Hartono. Ia diduga telah lalai dalam melakukan verifikasi terhadap nasabah yang mengajukan pinjaman kredit kepada bank milik pemerintah tersebut.
Noor bilang, kejadian bermula ketika Hartono masih menjabat sebagai Account Officer BRI di Kantor Wilayah Jawa Timur. "Saat itu, Hartono menyetujui permohonan kredit PT I-One sebesar Rp 33,5 miliar," terang Noor. PT I-One mengajukan permohonan kredit itu melalui direktur utamanya, Setiawan Irwanto.
Diduga, persetujuan kredit itu dilakukan Hartono tanpa melalui proses yang seharusnya. Hingga kemudian PT I-One tidak sanggup membayar tunggakan pinjamannya.
Pihak kejaksaan menduga, Hartono tidak melakukan analisis yang benar dalam pemberian kredit tersebut. "Kami masih dalami, apakah yang bersangkutan mendapatkan keuntungan dari kredit ini atau tidak," ujar Noor.
Pasalnya, setelah ditelusuri oleh penyidik, dana yang seharusnya dipakai buat modal usaha itu ternyata digunakan untuk kepentingan Setyawan. Akibatnya, BRI dirugikan hingga mencapai Rp 33,5 miliar.
Atas perbuatannya, baik Hartono maupun Setiawan akan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Terhitung Kamis hari ini, keduanya akan menjalani masa tahanan selama 20 hari di Rutan Salemba, cabang Kejaksaan Agung.
(KOMPAS.com-24 Februari 2012)
Ngemplang Rp 30 Miliar, Karyawan BRI Diadili
Didakwa merugikan keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI)
cabang Surabaya sebesar Rp 30 miliar, Hartono (51), staf khusus Kanwil
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Jakarta, didudukkan sebagai sebagai
pesakitan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Rabu
(11/7/2012).
Mantan Account Officer PT BRI (persero) Kanwil Surabaya itu tidak sendiri, bersama dirinya, diadili pula Setiawan Irwanto (44), Direktur PT I One, perusahaan bergerak di bidang filter rod dan rokok filter.
Dalam dakwaan Nurcahyo Jungkung Madyo Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya dijelaskan, kasus ini bermula saat terdakwa Setiawan mengajukan permohonan kredit untuk modal usahanya di PT I One pada 18 September 2007 lalu. Kredit diajukan ke pimpinan BRI Kanwil Surabaya, Agus Hidayat, sebesar Rp 18 miliar.
“Rincian masing-masing jenis dan besarnya fasilitas kredit yang dimohonkan adalah, Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar Rp 12 miliar dan Kredit Investasi (KI) sebesar Rp 6 miliar,” kata jaksa Nurcahyo dalam dakwaannya.
Saat mengajukan kredit, Setiawan melampirkan seluruh syarat-syarat yang diperlukan, termasuk surat-surat penting yang dijaminkan. Setelah diajukan, pihak BRI lantas menugaskan Hartono, Account Officer BRI Kanwil Surabaya saat itu, untuk mengecek langsung (on the spot) ke pabrik PT One di Jalan Rungkut Industri III No 30A Surabaya dan pabrik induknya di Malang.
Selanjutnya, 28 September 2007, Hartono menyerahkan hasil analisa kredit sebagaimana tertuang dalam Memorandum Analisis Kredit (MAK) ke bagian administrasi kredit (ADK). Singkatnya, sepekan kemudian, 1 Oktober tahun yang sama, kredit yang diajukan Setiawan disetujui sebesar Rp 15,5 miliar, dengan perincian KMK Rp 11 miliar dan Rp 4,5 miliar untuk KI.
Nah, belakangan, diketahui beberapa dokumen persyaratan yang diajukan Setiawan diragukan keabsahannya. Salah satunya terkait peralatan kerja pabrik seperti 4 unit Filter Rod Forming Machine, 3 unit Machine PD Electric, dan beberapa lainnya, yang ternyata dibeli tanpa bukti pembayaran yang sah.
Rupanya, Hartono selaku Account Officer BRI tidak melakukan pengecekan secara benar di pabrik milik Setiawan tersebut. Apalagi, pada perkembangannya, uang kredit tersebut ternyata dipergunakan Setiawan di luar kepentingan pengembangan usaha sebagaimana diajukannya. Sehingga, kredit yang diterima PT I One masuk dalam kolektilibitas 5 alias macet sejak November 2010 lalu.
Akibatnya, jelas jaksa Nurcahyo, negara dirugikan sebesar Rp 30 miliar lebih, karena BRI termasuk bank pelat merah (milik pemerintah). “Terdakwa dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor,” kata Kasipidsus Kejari Surabaya itu.
Sementara itu, Syaiful Maarif, pengacara terdakwa Hartono, usai sidang mengatakan, kasus yang membelit kliennya itu semestinya tidak disidangkan di Pengadilan Tipikor. Ia menandaskan kasus tersebut lebih tepat ditangani secara perdata. “Karena itu saya akan ajukan eksepsi,” ucapnya.
(Rabu, 11 Juli 2012)
Mantan Account Officer PT BRI (persero) Kanwil Surabaya itu tidak sendiri, bersama dirinya, diadili pula Setiawan Irwanto (44), Direktur PT I One, perusahaan bergerak di bidang filter rod dan rokok filter.
Dalam dakwaan Nurcahyo Jungkung Madyo Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya dijelaskan, kasus ini bermula saat terdakwa Setiawan mengajukan permohonan kredit untuk modal usahanya di PT I One pada 18 September 2007 lalu. Kredit diajukan ke pimpinan BRI Kanwil Surabaya, Agus Hidayat, sebesar Rp 18 miliar.
“Rincian masing-masing jenis dan besarnya fasilitas kredit yang dimohonkan adalah, Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar Rp 12 miliar dan Kredit Investasi (KI) sebesar Rp 6 miliar,” kata jaksa Nurcahyo dalam dakwaannya.
Saat mengajukan kredit, Setiawan melampirkan seluruh syarat-syarat yang diperlukan, termasuk surat-surat penting yang dijaminkan. Setelah diajukan, pihak BRI lantas menugaskan Hartono, Account Officer BRI Kanwil Surabaya saat itu, untuk mengecek langsung (on the spot) ke pabrik PT One di Jalan Rungkut Industri III No 30A Surabaya dan pabrik induknya di Malang.
Selanjutnya, 28 September 2007, Hartono menyerahkan hasil analisa kredit sebagaimana tertuang dalam Memorandum Analisis Kredit (MAK) ke bagian administrasi kredit (ADK). Singkatnya, sepekan kemudian, 1 Oktober tahun yang sama, kredit yang diajukan Setiawan disetujui sebesar Rp 15,5 miliar, dengan perincian KMK Rp 11 miliar dan Rp 4,5 miliar untuk KI.
Nah, belakangan, diketahui beberapa dokumen persyaratan yang diajukan Setiawan diragukan keabsahannya. Salah satunya terkait peralatan kerja pabrik seperti 4 unit Filter Rod Forming Machine, 3 unit Machine PD Electric, dan beberapa lainnya, yang ternyata dibeli tanpa bukti pembayaran yang sah.
Rupanya, Hartono selaku Account Officer BRI tidak melakukan pengecekan secara benar di pabrik milik Setiawan tersebut. Apalagi, pada perkembangannya, uang kredit tersebut ternyata dipergunakan Setiawan di luar kepentingan pengembangan usaha sebagaimana diajukannya. Sehingga, kredit yang diterima PT I One masuk dalam kolektilibitas 5 alias macet sejak November 2010 lalu.
Akibatnya, jelas jaksa Nurcahyo, negara dirugikan sebesar Rp 30 miliar lebih, karena BRI termasuk bank pelat merah (milik pemerintah). “Terdakwa dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor,” kata Kasipidsus Kejari Surabaya itu.
Sementara itu, Syaiful Maarif, pengacara terdakwa Hartono, usai sidang mengatakan, kasus yang membelit kliennya itu semestinya tidak disidangkan di Pengadilan Tipikor. Ia menandaskan kasus tersebut lebih tepat ditangani secara perdata. “Karena itu saya akan ajukan eksepsi,” ucapnya.
(Rabu, 11 Juli 2012)
Polisi pembunuh karyawan BRI dihukum seumur hidup
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman penjara seumur
hidup kepada personel Polda Sumatera Utara, Briptu Erwin Panjaitan (32)
dan istrinya, Ria Hutabarat (29). Keduanya merupakan terdakwa kasus
perampokan dan pembunuhan karyawan BRI Syariah Cabang Medan, Sumatera
Utara, Sri Wahyuni Simangunsong.
Majelis hakim yang terdiri dari Muhammad, Agus Setiawan dan M Sabir dalam amar putusannya menyatakan, para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian disertai kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. Mereka terbukti melanggar Pasal 365 ayat (4) KUH Pidana.
"Menghukum terdakwa Erwin Panjaitan dengan pidana penjara seumur hidup," kata Ketua
Majelis Hakim Agus Setiawan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (8/5).
Sementara itu, vonis 20 tahun penjara dijatuhkan kepada pasangan suami istri Suherman alias Embot dan Eva Lestari Surbakti. Mereka terbukti telah membantu Briptu Erwin Panjaitan dan Ria Hutabarat dalam melakukan aksi jahatnya.
Keluarga Sri Wahyuni yang hadir dalam persidangan langsung menyambut vonis tersebut dengan teriakan syukur.
"Alhamdulillah, Allahu Akbar," teriak kerabat almarhum Sri Wahyuni dalam sidang yang mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian itu.
Perampokan disertai pembunuhan terhadap Sri Wahyuni dilakukan Erwin Panjaitan bersama Ria Hutabarat, Suherman, dan Eva Lestari Surbakti pada 1 Agustus 2011. Aksi kriminal itu dimulai dengan tindakan Erwin bersama istrinya Ria mengikuti korban. Upaya itu dilakukan sebagai survei untuk memudahkan perampokan yang mereka rencanakan.
Di hari perampokan, korban yang sedang mengendarai mobilnya, Toyota Kijang Innova hitam berpelat nomor polisi BK 1356 JH, diberhentikan terdakwa Erwin yang mengenakan seragam kepolisian di Simpang Pemda, Jalan Ringroad Medan.
Penyetopan dilakukan setelah oknum polisi ini berkoordinasi dengan istrinya Ria. Perempuan ini sebelumnya berboncengan dengan Eva mengikuti korban dari kantornya.
Saat menghentikan Sri Wahyuni di Simpang Pemda, Erwin yang sebelumnya berboncengan dengan Herman menyatakan korban melanggar lampu merah dan tidak mengenakan sabuk pengaman.
Tindakan itu ternyata modus para terdakwa untuk merampok korban. Setelah menghentikannya, keempat pelaku menguasai mobil korban dan menyekap perempuan itu dalam kendaraannya sendiri. Wajah korban kemudian dilakban, sementara tangan dan kakinya diikat.
Korban lantas dibawa ke arah Berastagi. Para pelaku kemudian menguras kartu ATM milik korban hingga puluhan juta rupiah.
Dalam perjalanan, korban tewas. Mayatnya dibuang ke bawah Jembatan Bintongar, Tele, Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.
Jenazah korban kemudian ditemukan warga pada Jumat 5 Agustus 2011 sekitar pukul 12.00 WIB. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan mobil korban dititipkan Erwin dan istrinya di peternakan ayam di kawasan Kabupaten Serdang Bedagai. Dari temuan itu, petugas berhasil mengidentifikasi dan menangkap para pelaku pada Jumat 12 Agustus 2011.
Majelis hakim yang terdiri dari Muhammad, Agus Setiawan dan M Sabir dalam amar putusannya menyatakan, para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian disertai kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. Mereka terbukti melanggar Pasal 365 ayat (4) KUH Pidana.
"Menghukum terdakwa Erwin Panjaitan dengan pidana penjara seumur hidup," kata Ketua
Majelis Hakim Agus Setiawan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (8/5).
Sementara itu, vonis 20 tahun penjara dijatuhkan kepada pasangan suami istri Suherman alias Embot dan Eva Lestari Surbakti. Mereka terbukti telah membantu Briptu Erwin Panjaitan dan Ria Hutabarat dalam melakukan aksi jahatnya.
Keluarga Sri Wahyuni yang hadir dalam persidangan langsung menyambut vonis tersebut dengan teriakan syukur.
"Alhamdulillah, Allahu Akbar," teriak kerabat almarhum Sri Wahyuni dalam sidang yang mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian itu.
Perampokan disertai pembunuhan terhadap Sri Wahyuni dilakukan Erwin Panjaitan bersama Ria Hutabarat, Suherman, dan Eva Lestari Surbakti pada 1 Agustus 2011. Aksi kriminal itu dimulai dengan tindakan Erwin bersama istrinya Ria mengikuti korban. Upaya itu dilakukan sebagai survei untuk memudahkan perampokan yang mereka rencanakan.
Di hari perampokan, korban yang sedang mengendarai mobilnya, Toyota Kijang Innova hitam berpelat nomor polisi BK 1356 JH, diberhentikan terdakwa Erwin yang mengenakan seragam kepolisian di Simpang Pemda, Jalan Ringroad Medan.
Penyetopan dilakukan setelah oknum polisi ini berkoordinasi dengan istrinya Ria. Perempuan ini sebelumnya berboncengan dengan Eva mengikuti korban dari kantornya.
Saat menghentikan Sri Wahyuni di Simpang Pemda, Erwin yang sebelumnya berboncengan dengan Herman menyatakan korban melanggar lampu merah dan tidak mengenakan sabuk pengaman.
Tindakan itu ternyata modus para terdakwa untuk merampok korban. Setelah menghentikannya, keempat pelaku menguasai mobil korban dan menyekap perempuan itu dalam kendaraannya sendiri. Wajah korban kemudian dilakban, sementara tangan dan kakinya diikat.
Korban lantas dibawa ke arah Berastagi. Para pelaku kemudian menguras kartu ATM milik korban hingga puluhan juta rupiah.
Dalam perjalanan, korban tewas. Mayatnya dibuang ke bawah Jembatan Bintongar, Tele, Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.
Jenazah korban kemudian ditemukan warga pada Jumat 5 Agustus 2011 sekitar pukul 12.00 WIB. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan mobil korban dititipkan Erwin dan istrinya di peternakan ayam di kawasan Kabupaten Serdang Bedagai. Dari temuan itu, petugas berhasil mengidentifikasi dan menangkap para pelaku pada Jumat 12 Agustus 2011.
Mobil Karyawan BRI Dibobol Geng Pecah Kaca
Saat sedang memberikan sosialisasi mengenai pinjaman kepada
masyarakat, mobil milik Ernawati (30), karyawan Bank Rakyat Indonesia
(BRI) unit Pasar Lama Kota Lahat dipecah oleh geng pecah kaca.
(tribunnews.com-Rabu, 29 Agustus 2012)
Akibatnya
peristiwa tersebut, tas milik korban berisi uang tunai dan sejumlah
dokumen penting dibawa kabur pelaku. Kasus ini kemudian dilaporkan ke
sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polres Lahat, untuk
ditindaklanjuti.
Dari informasi yang berhasil
dihimpun Sripoku.com, Rabu (29/8/2012), awalnya Ernawati bersama
beberapa orang rekannya mendapat tugas untuk mensosialisasikan pinjaman
kepada warga di Kecamatan Merapi Barat. Karyawan Bank BRI ini kemudian
berangkat bersama-sama rekannya, dengan mengendarai mobil Toyota Yaris
BG 2073 EC warna hitam. Saat tiba dilokasi mobil diparkir di tepi Jalan
Lintas Sumatara (Jalinsum), sedangkan mereka mengisi kegiatan di SDN 12
Kecamatan Merapi Barat.
Setelah beberapa jam
melakukan sosialisasi, mereka pun hendak pulang karena acara sudah
selesai. Namun saat akan menaiki mobil, Ernawati mendapati kaca belakang
sebelah kanan pecah. Serpihan kaca terlihat berhamburan di jok mobil,
serta aspal jalan. Saat diperiksa ternyata sebuah tas hitam berisi uang
Rp 400 ribu, berkas pinjaman nasabah, dan dokumen penting lainnya sudah
raib.
(tribunnews.com-Rabu, 29 Agustus 2012)
Langganan:
Postingan (Atom)
